Pertanyaan ‘Bodoh’ Bos Perusahaan Seputar TI

Posted on 26 September 2008 by ardhiantohp.
Categories: ardhi's News.

Seyogyanya bos perusahaan mengerti setidaknya sedikit tentang teknologi informasi (TI). Namun memang harus dimaklumi, tak semua bisa dipukul rata.

Sebanyak 1400 Chief Information Officer (CIO) perusahaan menanyakan pertanyaan-pertanyaan di helpdesk kepada tim technical support, yang sulit dikerjakan atau bahkan sulit dijawab.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut berhasil dihimpun oleh Robert Half Technology, perusahaan penyedia tenaga TI profesional yang menanyakan kepada 1400 CIO dari berbagai perusahaan yang tersebar di Amerika Serikat (AS).

Tak disangka, banyak sekali pertanyaan yang ‘ajaib’. Misalnya:

- “Bisakah Anda mereset internet ini?
- “Apakah ada software untuk melacak UFO?”
- “Bisakah Anda mengatur huruf di keyboard ini secara berurut?”
- “Bisakah Anda menginstal kabel tv ke komputer saya?”
- Mengapa mouse wireless saya tidak tersambung ke komputer?
- “Komputer saya meminta saya memasukkan kunci untuk melanjutkan (press any key to continue). Dimana kuncinya?”

Kemudian, ada ketidaktahuan tentang perbedaan fungsi CD Rom dengan cup holder (tempat meletakkan gelas). “Bagaimana cara pemegang gelas di komputer saya supaya keluar lagi?”

Menurut Executive Director Robert Half Technology, Katherine Spencer Lee, query tersebut merupakan sebuah tes mengenai kemampuan seseorang terhadap TI dan permintaan mereka ke technical support perusahaan.

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.

Posted on by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Mind.

Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang ”kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan disekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah.

Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.

Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar.

Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput dipekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ”Lulu, Lulu.”

Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ”Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.” Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ”Lulu, Lulu”. ”Orang ini juga punya masalah dengan Lulu? ” tanyanya keheranan.

Dokter kemudian menjawab, ”Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ”Saya mempunyai dua anak laki-laki.

Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya.

Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”

Bersyukurlah !

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan …. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu … Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar … Bersyukurlah untuk masa-masa sulit … Di masa itulah kamu tumbuh … Bersyukurlah untuk keterbatasanmu … Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru … Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu … Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat … Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga … Bersyukurlah bila kamu
lelah dan letih … Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan … Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik… Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut… Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif … Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …

Sebuah Jendela Untuk Melihat Dunia

Posted on by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Mind.

Coba bayangkan suatu Minggu pagi yang cerah. Matahari bersinar lembut. Udara terasa sejuk. Di kejauhan terdengar burung-burung berkicau riang. Anda tengah merasakan indahnya hari ini. Sambil bersiul-siul kecil Anda membuka pintu rumah Anda. Tampak sebuah kotak berwarna coklat di depan pagar. Ternyata pagi itu Anda mendapat bingkisan. Pengirimnya pun tertera jelas di situ: tetangga sebelah rumah. Ada apa? Dengan tergesa-gesa Anda membuka kotak itu. Ternyata isinya sangat mengejutkan Anda: setumpuk kotoran sapi!

Bagaimana perasaan Anda? Anda mungkin bingung, kesal, atau marah. ”Ini sudah keterlaluan!” pikir Anda. ”Tetangga sebelah itu memang harus diberi pelajaran!” Lantas apa yang akan Anda lakukan? Anda mungkin langsung melabraknya. Atau paling tidak mempersiapkan ‘’serangan” balasan. Nah, kalau Anda jadi melaksanakan niat tersebut, bagaimana respon tetangga Anda? Bisa dibayangkan ”perang” yang terjadi pada hari berikutnya dapat lebih seru dari perang AS melawan Taliban tempo hari.

Namun Beno, seorang kawan yang mengalami hal ini ternyata memberikan respon yang berbeda. Ia memang terkejut melihat kotoran sapi itu. Tapi kemudian ia berpikir, ”Betapa baiknya tetanggaku ini. Ia benar-benar memperhatikan pekaranganku. Ia tahu persis bahwa rumput dan tanamanku tidak terlalu subur. Karena itu ia menyediakan pupuk untukku. Luar biasa, aku harus ke rumahnya sekedar menyampaikan rasa terima kasihku!”

Pelajaran menarik apa yang dapat diambil dari cerita sederhana tadi? Ternyata kita tidak melihat dunia ini sebagaimana adanya, tetapi sesuai dengan keadaan kita sendiri. We see the world as we are, not as it is. Dengan demikian sebuah peristiwa yang sama dapat dipersepsikan secara berbeda tergantung darimana Anda melihatnya. Bagi kita kotoran sapi dipersepsikan sebagai penghinaan dan ajakan ”berperang.” Karena itu kita marah dan mempersiapkan serangan balasan.

Sementara Beno menganggap kotoran sapi sebagai hadiah dan bukti perhatian tetangganya. Ia justru berterima kasih. Jadi dimana letak masalahnya? Pada kotoran sapi atau pada cara kita memandang kotoran sapi tersebut? Jelaslah bahwa ”cara kita memandang suatu masalah adalah masalah itu sendiri.”

Dalam bahasa sehari-hari cara kita memandang ini sering disebut dengan berbagai istilah seperti persepsi, asumsi, wawasan, keyakinan, pemikiran, prasangka, prejudis, dan sebagainya. Semua istilah ini terangkum dalam kata paradigma. Paradigma adalah jendela untuk melihat dunia. Saya berani mengatakan bahwa paradigma ini merupakan milik Anda yang terpenting. Mengapa? Karena semua tindakan Anda, apapun tanpa terkecuali, pasti didasari oleh suatu paradigma!

Sekali lagi, coba Anda renungkan baik-baik. Semua tindakan Anda dalam hidup dasarnya adalah paradigma. Bagaimana kita melihat suatu masalah akan menentukan apa yang akan kita lakukan. Apa yang kita lakukan akan menentukan apa yang kita dapatkan. Jadi kalau Anda tidak puas dengan apa yang Anda dapatkan sekarang, Anda harus mengubah perilaku Anda. Namun Anda tak akan dapat mengubah perilaku Anda sebelum membongkar paradigma Anda.

Filsafat Buah

Posted on by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Mind.

1. Jadilah Jagung, jangan Jambu Monyet.
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.
Artinya: jangan suka pamer.

2. Jadilah Pohon Pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.
Artinya: kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah Duren, jangan Kedondong.
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Hmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.
Artinya: don’t judge a book by its cover.. jangan menilai orang dari luarnya saja.

4. Jadilah Bengkoang.
Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih.
Artinya: jagalah hati jangan kau nodai.

5. Jadilah Tandan Pete, bukan Tandan Rambutan.
Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil, ada yang gede.
Artinya: selalu adil dalam bersikap.

6. Jadilah Cabe.
Makin tua makin pedas.
Artinya: makin tua makin bijaksana.

7. Jadilah Buah Manggis.
Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya.
Artinya: jangan Munafik.

8. Jadilah Buah Nangka.
Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yang memakannya.
Artinya: berikan kesan kepada semua orang (tentunya yang baik).

5 Bola Kehidupan

Posted on by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Mind.

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara.

Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.

Tetapi empat bola lainnya yaitu Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya

Bagaimana caranya?

  1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.
  2. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti
  3. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di ‘masa lampau’ atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
  4. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
  5. Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
  6. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
  7. Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata “tidak mungkin saya temukan”. Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya ’sayap’.
  8. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.
  9. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.

Dan akhirnya :

MASA LALU adalah SEJARAH , MASA DEPAN merupakan MISTERI dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah kenapa dalam bahasa Inggris SAAT INI disebut “The Present”.

Berbatov, dari Blagoevgrad ke Old Trafford

Posted on 2 September 2008 by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Manchester United.

 Dimier berbatov

Jakarta - Nama Dimitar Berbatov ramai jadi bahan pembicaraan ketika ia mulai menarik minat Manchester United. Untuk mengenalnya lebih dekat, inilah seklumit fakta mengenai dirinya.

* Berba–begitu ia biasa dipanggil–lahir pada 30 Januari 1981 di Blagoevgrad, sebuah kota di bagian barat daya Bulgaria yang letaknya amat berdekatan dengan Yunani.

* Klubnya semasa di level junior adalah Pirin Blagoevgrad.

* Pada usia 17 tahun bakatnya tercium oleh pelatih CSKA Sofia, Dimitar Penev. Ia pun akhirnya bergabung dengan CSKA tahun 1999, mengikuti jejak ayahnya yang juga pernah bermain untuk klub tersebut.

* Tahun 1999 ia membawa CSKA memenangi Piala Bulgaria. Pada musim yang sama ia mencetak 14 gol dari 27 penampilan dan melakukan debut untuk tim nasional Bulgaria ketika menghadapi Yunani.

* Bergabung dengan Bayer Leverkusen pada tahun 2000. Ia merupakan salah satu kunci keberhasilan Leverkusen berlaga di final Liga Champions.

* Ia akhirnya memantapkan dirinya sebagai penyerang andalan Leverkusen. Dari 154 penampilannya, pemilik tinggi 189 cm ini sukses membukukan 69 gol.

* Empat kali ia dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Bulgaria, yakni pada tahun 2002, 2002, 2005, dan 2007.

* Tahun 2007 ia didaulat sebagai kapten tim nasional Bulgaria. Dari 66 kali penampilannya bersama tim nasional, ia telah membukukan 41 gol.

* Juli 2006 ia hijrah ke Tottenham Hotspur dengan nilai transfer 10,9 juta poundsterling.

* Bersama Spurs ia tampil sebanyak 102 kali dan mencetak 46 gol. Tahun 2008 ia membawa The Lilywhites menjuarai Piala Carling dengan menundukkan Chelsea.

* 2 September 2008 akhirnya bergabung dengan tim yang sudah lama mengincarnya, Manchester United. Nilai transfer 30,75 juta pounds membuatnya resmi menjadi penghuni skuad Old Trafford.

Berbatov: Ini Seperti Mimpi!

Posted on by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Manchester United.

Manchester - Dimitar Berbatov bahagia karena akhirnya jadi juga berbaju Manchester United. Baginya, hal tersebut seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Proses kepindahan pemain asal Bulgaria itu terjadi di saat-saat terakhir penutupan transfer windows. Uang senilai 30,75 juta poundsterling atau lebih dari Rp 500 miliar sudah cukup untuk membuat Tottenham Hotspur melepasnya ke Old Trafford.

“Bergabung dengan Manchester United adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya di situs resmi MU. “Saya melihat kedepan untuk melakukan pekerjaan saya dan membantu klub memenangi gelar dalam beberapa tahun ke depan.”

Lalu, akankah Berba langsung mendapat tempat di tim utama The Red Devils mengingat sudah cukup padunya Wayne Rooney dan Carlos Tevez? Manajer Sir Alex Ferguson punya jawaban tersendiri untuk itu.

“Gaya bermain dan kemampuannya akan memberikan tim ini sebuah dimensi yang lain. Saya yakin ia akan menjadi pemain yang populer di kalangan fans,” tukasnya.

Berbatov Resmi ke MU

Posted on by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Manchester United.

Manchester - Spekulasi transfer Dimitar Berbatov juga berakhir. Ia dipastikan bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer yang cukup wah.

Dari situs resmi MU, Selasa (2/9/2008) diinformasikan, Berbatov telah resmi menjadi skuad ‘Setan Merah’ musim ini seusai menandatangani kontrak berdurasi empat musim.

Berapa nilai transfer atas kesepakatan tersebut tidak diungkapkan MU dalam situs resminya, namun media Inggris mengklaim nilainya tidak kurang dari 30,75 juta poundsterling, atau lebih dari Rp 500 miliar.

Sebagai bagian dari transaksi, MU mengirim striker belia mereka, Frazier Campbell, ke White Hart Lane sebagai pinjaman selama satu musim penuh.

Bekerjalah Demi Islam!

Posted on by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Mind.

Jakarta - Seorang pria bernama Adam hari itu menjumpai kebuntuan. Kebuntuan jalan hidup demi menafkahi anak dan istrinya. Sudah 3 bulan lebih ia hidup tak berpenghasilan. Hampir setiap hari anak-anaknya menangis karena ingin minum susu, sementara istrinya suka menjerit histeris karena kalut dan panik akibat himpitan hidup.

Adam bukanlah orang yang gampang berpangku tangan, ia terus mencoba peruntungan hidup. Namun dunia modern yang selalu menilai manusia dari pengalaman pendidikan membuat dirinya yang hanya lulusan SMU selalu kalah terhempas oleh para pesaing pencari rezeki yang lebih ‘beruntung’ karena berpendidikan setingkat atau dua di atasnya.

Adam tidak mengerti mengapa rezeki diukur dari hal sedemikian. Mengapa ia, istri dan anaknya harus menanggung beban hidup sedemikian. Hanya karena kesialan akademika, maka seluruh rencana hidup manusia sudah ditentukan oleh manusia lainnya.

Pagi itu, Adam mencoba mencari nafkah Tuhan. Ia keluar rumah. Namun ia tak mengerti hendak pergi kemana, entah!! Ia berjalan dengan tatapan mata sayu. Tidak ada lagi sepeser rupiah pun di koceknya. Ia terpaksa keluar rumah. Sebab di rumah, hanya akan membuat kepalanya bertambah pening dan telinganya pekak akibat raungan dan jeritan isrti serta anaknya. Ia keluar rumah hari itu mencoba peruntungan nasib, setelah sebelumnya ia sempatkan berdoa sejenak dalam kedamaian hati kepada Allah Sang Maha Pemberi rezeki agar ia dicukupkan nafkah pada hari ini.

Ia berjalan sambil menunduk. Tak ada daya baginya untuk menegakkan kepala sedikitpun. Dalam benaknya, ia terus berpikir hendak kemana ia pergi mencari nafkah?

Memang Allah Maha Pemurah!!
Setelah berjalan menyusuri bumi yang telah Allah Ta’ala tundukan untuk manusia, maka matanya tertumpu pada sebuah koin kuno yang ia dapati tertanam di tanah dan tidak diindahkan oleh kebanyakan manusia.

Adam memungut koin tua tersebut. Ia dapati dalam koin tersebut angka 1954 yang menunjukkan tahun pembuatannya. Ia berpikir sejenak bahwa umur koin ini lebih tua dari dirinya sendiri yang belum genap 30 tahun.

Seolah mendapat anugerah yang besar, Adam berjalan cepat menuju pasar. Sesampainya di sana, ia masuk ke sebuah bank.

Karena ketidak-tahuannya, Adam berkata kepada salah seorang teller bank, “Mbak, saya mau jual koin kuno ini?” Adam mengeluarkan benda yang dimaksud dari kantong celana sebelah kanan, lalu ia sodorkan kepada teller bank tersebut.

Sang teller merasa aneh, kalau saja ia tidak melihat mimik kesungguhan orang yang mengeluarkan koin tersebut, pasti ia sudah meledakkan tawa seraya mengejek. Dengan lembut sang teller berkata, “Bapak…, di bank ini kami tidak memberikan pelayanan jual-beli mata uang kuno. Bila bapak hendak menjualnya, saya bisa tunjukan kepada bapak sebuah toko kolektor uang kuno yang ada di pasar ini, dan bapak dapat menukarkannya di sana…”

Setelah mendapatkan arah toko tersebut, Adam pun meninggalkan bank untuk pergi ke tempat yang dimaksud.

Allah Sang Maha Pengasih tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha yang dilakukan para hamba-Nya!!!

Akhirnya, Adam tiba di toko kolektor uang kuno. Setelah pembicaraan singkat, tanpa diduga sang pemilik toko menaksir uang kuno itu dengan harga Rp 30 ribu. Alangkah senang hati Adam! Ia sempat memuji Allah Swt yang begitu pemurah dan memberikan padanya uang sebanyak itu di saat mendesak seperti ini.

Dengan rahmat-Nya, Allah masih memberikan ilham pada Adam agar uang tersebut tidak habis dikonsumsi.

Sambil berjalan menuju pulang, ia sempat melintasi sebuah pabrik kayu. Terbersit olehnya, untuk membeli potongan-potongan kayu bekas untuk dijadikan lemari buat di rumah. Lalu dengan uang yang ada ia coba berbicara kepada pemilik pabrik kayu itu untuk membeli beberapa potong kayu bekas. Tanpa disangka, Allah Swt masih menunjukan kemurahan-Nya. Dengan uang sejumlah sedemikian, ia dapatkan banyak potongan kayu lagi bagus kualitasnya. Pemilik pabrik berkata, “Ambillah sebanyak bapak suka… toh kayu-kayu yang bapak minta memang biasa kami buang sebagai limbah!”

Terbayang dibenak Adam bahwa ia dapat membuat lemari bagi keluarganya dengan kayu-kayu tadi. Saat berjalan menuju pulang dengan senyum terkulum, Adam melintasi sebuah toko meubel. Tanpa ia tahu, rupanya pemilik toko meubel itu memperhatikan kayu-kayu yang dibawa Adam sejak dari kejauhan.

Begitu melintas di mulut toko, sang pemilik menegur Adam, “Kayu-kayu itu mau dijual, pak…?”

Adam menoleh ke arah sumber suara dan setelah berpikir sejenak ia katakan, “Tidak pak, kayu ini hendak saya jadikan lemari buat di rumah.” “Oh… kalau bapak mau lemari, tukarkan saja kayu-kayu tersebut dengan lemari yang saya jual! Tapi, bapak sendiri mau gak?” Adam mencoba melongok beberapa lemari yang ada dalam toko tersebut. Ia sedikit bergidik sambil bertanya dalam hati, “Mau ditukarkan dengan lemari yang mana?” Dengan menghela nafas agak dalam sedikit, Adam memberanikan diri untuk bertanya, “Memangnya bapak mau bayari berapa kayu-kayu saya ini?” Pemilik toko itu menukas, “Bagaimana kalau dengan seratus ribu, tapi saya bayar dengan lemari yang ada ya pak?” Mendengarnya Adam berdecak kagum. Ia bersyukur dalam hati, begitu pemurahnya Allah Tuhan Sang Maha Pemberi Rezeki. Ia tidak mengira bahwa kayu-kayu yang dibawanya ditaksir dengan harga Rp 100 ribu.

Lalu Adam memilih lemari yang ia suka. Sebuah lemari dua susun setinggi 1 meter! Karena tidak terlalu besar, ia pun membopong lemari tersesbut ke rumah. Ia bawa lemari seharga seratus ribu itu dengan perasaan senang. “Istriku pasti bahagia begitu melihat lemari ini!” gumamnya.

Tiga kelokan lagi Adam akan tiba di rumah, hanya berjarak 2 RT saja dari jalanan yang ia lewati. Saat menyusuri sebuah gang di perumahan padat penduduk, Adam yang sedang menggotong lemari mungilnya itu mendengar sapaan seorang wanita. Seorang ibu rumah tangga yang sedang menyapu teras rumahnya. “Pak, lemari itu mau dijual ya…?!” Glek…!! Adam menelan ludah. Ia berpikir, kejutan apalagi yang mau Allah Ta’ala berikan kepadanya.

Adam berhenti sebentar, menoleh dan memutarkan wajah. Tanpa menurunkan lemari itu Adam balik bertanya, “Emangnya ibu suka dengan lemari ini?” “Iya tuh bang! Lemarinya bagus. Mau dijual berapa?” sang ibu menukas. “Dua ratus ribu mau gak?!” Adam mencoba berspekulasi dengan harga yang ia tawarkan. “Eih… kok bisa ya… ini mah murah… Iya deh saya beli!” Sang ibu kesenangan dengan harga yang ditawarkan Adam. Sementara ia sendiri merasa bingung karena sang ibu mengiyakan harga yang ia berikan tanpa tawar lagi.

“Taruh di sudut situ ya, bang!” sang ibu menyuruh Adam. Usai meletakkan pada posisi yang dimaksud, Adam pun menerima uang yang disodorkan oleh ibu tadi.

Subhanallah, Allah begitu pemurah! Adam tak henti-hentinya mensyukuri peruntungan nasib yang ia alami pada hari ini. Ia mencoba merenungi kejadian satu demi satu. Ia dapati bahwa ia memulai usaha dengan doa tulus dalam hati. Setelah itu, ia berniat mencari nafkah dan bekerja hari ini. Karena niat untuk bekerja menghidupi keluarga, maka Allah tolong dirinya mendapatkan uang kuno. Uang kuno tadi kemudian ia tukar seharga Rp 30 ribu. Uang yang ia dapatkan ia belikan kayu-kayu bekas. Kayu itupun ditaksir dengan lemari senilai Rp 100 ribu dan akhirnya malah lemari itu dibeli seorang ibu dengan harga Rp 200 ribu. Kini Adam membawa pulang Rp 200 ribu untuk keluarganya. Ia pulang dengan hasil jerih payahnya dan nikmat yang luar biasa dari Tuhannya.

Islam, agama yang hanif ini… mengajarkan kepada umatnya untuk tidak berpangku tangan. Bekerja dengan giat, sungguh-sungguh dan pantang menyerah. Bukan karena urusan rezeki umat diperintahkan untuk bekerja, sebab rezeki itu sudah ada ukurannya. Akan tetapi umat Islam diperintahkan untuk bekerja demi izzah (kemulian) diri dan agamanya.

Asalkan bekerja meskipun badan kotor bersimbah lumpur sekalipun. Kulit tangan menjadi kasar dan kaki pecah, asalkan bekerja keras untuk menafkahi keluarga dan ikhlas lillahi ta’ala, maka Allah Swt akan memberikan kecintaan dan pahala yang besar baginya.

Dalam suatu riwayat, Rasulullah Saw pernah mencium tangan Saad bin Muadz begitu melihat tangan Saad yang kasar karena bekerja keras. Beliau bersabda, “Inilah dua tangan yang dicintai Allah Ta’ala!”

Islam amat menghargai seseorang yang bekerja. Bahkan Rasul Saw juga pernah bersabda,
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال والذي نفسي بيده لأن يأخذ أحدكم حبله فيحتطب على ظهره خير له من أن يأتي رجلا فيسأله أعطاه أو منعه
“Demi Allah, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, terkadang ia dapat atau terkadang ia ditolak. (HR. Bukhari & Muslim)

Demikianlah agama ini mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bekerja keras dan beramal sungguh-sungguh. Sebab karya nyata yang dilakukan oleh seorang muslim dengan sungguh-sungguh akan disaksikan oleh Allah, Rasul & seluruh kaum mukminin. Karenanya Allah Swt berfirman dalam surat At Taubah: 105
وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan”.

Semoga Allah memberkahi usaha yang kita jalankan dan pekerjaan yang kita lakukan di jalan-Nya. Amien. Selamat Bekerja!

Minggu depan pulang…

Posted on 8 August 2008 by ardhiantohp.
Categories: ardhi's Feel.

Hore..

Kamis depan pulang ke Surabaya..Jumat masuk di Indosat Kayoon, terus sabtu malem pulang ke Jember..

Minggu? Ya di Jember lah..

Senin? Pulang k sby naek pesawat malem..

Cihui…

Surabaya n Jember..

I’m comingg……………….